Potret Babinsa di Daerah Terpencil, Dedikasi Prajurit Mencerdaskan Anak-anak Pelosok

Dedikasi Prajurit Mencerdaskan Anak-anak Pelosok

KOPDA Jony menjadi penyemangat bagi siswa sekolah jarak jauhdi Sinjai. Sudah dua tahun jadi pendidik.

Sirajuddin, Sinjai

BINTARA Pembina Desa (babinsa) di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan itu melakoni kegiatan yang tak biasa.

Tidak semua personel TNI bisa melakukannya. Di samping tugasnya sebagai babinsa, dia juga meluangkan waktunya mengajar siswa di pelosok.

Pada Desa Puncak, terdapat pedalaman bernama Kampung Boja. Wilayah ini jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Terlebih lagi suara bising kendaraan. Untuk sampai ke tempat ini dibutuhkan tenaga ekstra. Medannya sulit. Harus melewati kebun, sungai dan hamparan sawah.

Perkampungan kecil tersebut dihuni 39 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 100 warga bermukim. Sejumlah anak-anak di kampung tersebut juga ingin mengenyam dunia pendidikan. Namun hanya SD 45 Lempangan yang terdekat. Namun tidak dapat dijangkau anak-anak. Perjalanan ditempuh berjam-jam.

Solusinya, dibangun sekolah jarak jauh di Kampung Boja. Namun terkendala tenaga pengajar. Sarana dan prasarananya juga jauh dari kata layak. Kopda Jony adalah satu di antara dua guru yang mengajar sejak sekolah darurat ini didirikan.

Ia membantu guru honorer setempat, Abd Wahid mendidik para siswa.”Hanya ada 19 siswa itu digabung dalam dua kelas,” tutur Jony, Senin, 5 Oktober.

Lelaki kelahiran 1983 itu meluangkan waktunya dua hari dalam sepekan. Dia bertugas mengajar baris berbaris, menghitung, mengenal huruf, membaca, dan mendidik kedisiplinan siswa. Ia mengaku terdorong untuk terus mengajar di tempat itu, karena prihatin melihat kondisi sekolah. “Saya sendiri sudah terasa menyatu dengam siswa jadi susah untuk tidak beraktivitas di sekolah,” tambahnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...