Aksi Unjuk Rasa Masif Tolak UU Cipta Kerja, Begini Respons Gubernur Sulsel

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan DPR RI pada 5 Oktober kemarin menuai kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat. Terlebih buruh dan mahasiswa.

Imbasnya, ratusan hinggu ribuan mahasiswa maupun masyarakat menggelar aksi besar besaran di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kota Makassar.

Hingga kini aksi unjuk rasa tersebut masih akan berlangsung hingga 8 Oktober 2020 dan diprediksi besok menjadi puncak aksi demostransi tersebut.

Melihat itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah enggan berkomentar banyak. Menurutnya, dirinya masih menunggu arahan dan keputusan dari Pemerintah Pusat

“Nggak usah saya komentari dulu itu, nggak usah,” ucapnya saat ditemui di Claro Hotel, Rabu (7/10/2020).

“Soal Omnibus Law, sekarang kita lagi tunggu arahan dari pusat,” sambungnya sembari beranjak meninggalkan awak media.

Sebelum disahkan, RUU cipta kerja sudah sering kali mendapat penolakan keras dari masyarakat terutama buruh. Mereka menilai UU omnibus law hanya memprioritaskan pengusaha dibanding rakyat kecil.

Selain itu, potensi Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk masuk ke Indonesia khususnya Kota Makassar sangat besar.

Bahkan, hingga UU itu disahkan pun, justru berakhir ricuh. Terbukti dengan maraknya aksi demonstran di Indonesia termasuk Kota Makassar yang mengakibatkan arus lalu lintas terhambat dan lain sebagainya. (Anti/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...