Buntut Aksi Rusuh di Bandung, Polda Selidiki Perusakan Mobil Polisi

Oknum aksi massa merusak mobil polisi yang terparkir di kawasan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (6/10). (Bagus Ahmad Rizaldi/Antara)

FAJAR.CO.ID, BANDUNG –Polda Jawa Barat menyatakan tengah melakukan penyelidikan terkait satu unit mobil polisi yang dirusak, buntut aksi massa yang berujung kerusuhan di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung. Massa dari berbagai elemen mahasiswa melakukan aksi di Gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (6/10), menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

”Ini sedang kami dalami dan selidiki, mobil sudah kami tarik dan perbaiki,” kata Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Erdi A. Chaniago seperti dilansir dari Antara di Polrestabes Bandung, Rabu (7/10).

Menurut Erdi, aksi perusakan itu diduga disebabkan oleh kekecewaan massa karena aspirasinya tidak tersalurkan. ”Mungkin karena ada satu kekecewaan aspirasinya tidak bisa disalurkan, ada beberapa yang merusak fasilitas umum dan sebagainya,” ujar Erdi.

Meski begitu, Erdi memastikan proses penegakkan hukum tetap dilakukan. Saat ini, Polrestabes Bandung telah mengamankan sembilan orang terkait aksi massa yang berujung rusuh itu. Untuk peran serta identitas sembilan orang itu, polisi masih melakukan penyelidikan.

”Saat ini Kota Bandung kondusif. Jadi masyarakat tidak usah khawatir lagi. Belum terindikasi kelompok mana, ini sedang kita dalami,” tutur Erdi.

Sementara itu, seribuan orang dari kalangan buruh dan mahasiswa menjebol gerbang gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah saat berunjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Semarang, Rabu (7/10). Massa menjebol gerbang karena tidak diizinkan masuk ke gedung DPRD Jateng oleh aparat kepolisian yang mengamankan aksi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...