Demonstrasi Penolakan UU Cipta Kerja di Kota Makassar Tetap Berlangsung

Demonstrasi Penolakan UU Cipta Kerja di Kota Makassar Tetap Berlangsung

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di Kota Makassar diprediksi masih akan berlangsung Rabu (7/10/2020), siang ini.

Mahasiswa yang paling vokal menyuarakan hak-hak para buruh, tak gentar meski tidak diizinkan oleh aparat untuk menggelar aksi.

Juru Bicara Anggota Front Pembela Rakyat (AFPR), Muh Iksan Hidayat menjelaskan, hak-hak masyarakat Indonesia untuk mengemukakan pendapat, berkumpul dan berserikat.

Aksi bakal mereka lakukan itu digelar selama tiga hari, atau sehari pasca pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU di DPR RI, pada Senin (5/10/2020) kemarin.

Dia menilai, pengesahan itu terkesan dilakukan secara terburu-buru dan tanpa melibatkan para kaum buruh di sidang paripurna di parlemen kemarin.

“Omnibus Law adalah terjadi pengesahan UUD Ketenagakerjaan yang pada saat pembahasan tidak melibatkan beberapa pihak. Termasuk tokoh masyarakat, agama, dan kaum buruh,” pungkas dia.

Meski begitu, aksi unjuk rasa yang mereka gelar tetap berjalan sejak kemarin. Sejumlah titik di Kota Makassar ditutup oleh kaum mahasiswa dan menolak keras UU tersebut.

Sayangnya, dalam aksi unjuk rasa itu sempat tercoreng karena adanya diduga provokator yang bersembunyi di balik aksi yang digelar mahasiswa ini.

Seperti yang terjadi di Jalan Urip Sumohardjo pada Selasa malam (6/10/2020) kemarin. Dua kubu justru terlibat tawuran saat para mahasiswa sedang menutup jalan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...