Dua Tokoh Buruh Merapat ke Istana, Aksi Mogok Massal Tetap Jalan

Presiden Jokowi bersama Andi Gani dan Said Iqbal usai pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9). Foto M Fathra/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menjelang rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja kemarin, dua tokoh buruh mendadak muncul di istana. Mereka adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Keduanya tiba sekitar pukul 13.45.

Andi dan Said tidak masuk melalui pintu tamu yang umumnya harus melewati area dekat ruang wartawan.

Mereka dijemput menggunakan boogie car di dekat lobi gedung Sekretariat Negara. Kemudian meluncur ke pintu barat dekat Istana Merdeka yang tidak bisa diakses wartawan.

Andi hanya berkata singkat seputar kehadirannya bersama Said di istana. ”Tadi malam (Minggu malam, 4/10, Red),” jawabnya singkat seraya berlalu saat ditanya kapan mendapat panggilan untuk datang ke istana.

Dikonfirmasi ulang soal pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Said Iqbal juga tak memberikan jawaban pasti. Dia hanya menyatakan, tidak ada hasil apa pun dari pertemuan siang itu.

Said justru menegaskan kembali soal aksi mogok nasional selama tiga hari (6–8 Oktober). Aksi tersebut bakal melibatkan 2 juta buruh dari berbagai sektor industri.

Dalam aksi mogok nasional nanti, tegas Said, buruh akan menyuarakan tolak omnibus law RUU Cipta Kerja. Beberapa poin aspirasi itu, antara lain, meminta tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada PKWT atau karyawan kontrak seumur hidup, dan tidak boleh ada outsourcing seumur hidup.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...