Hinca Panjaitan: Mudah Kontrol Mikrofon, Apa Mudah Menahan Suara Rakyat?


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan angkat bicara soal polemik mikrofon yang mati saat anggota Fraksi Demokrat menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (5/10/2020) lalu.

Dalam cuitan di akun twitternya, Hinca Panjaitan mengatakan, kendati mudah mengontrol mikrofon pada ruang rapat perwakilan rakyat saat itu, akan tetapi tidaklah mudah menahan gema suara rakyat. Bahkan, terkait suara rakyat itu tinggal tunggu waktu saja.

‘Mudah mengontrol mikrofon dalam ruang rapat, tapi apa mudah menahan gema suara rakyat?Tunggu saja, “tulisnya.

Menurut Ketua Dewan Kehormatan & Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, perjalanan omnibus law idealnya harus didokumentasikan.

“Bagus juga kalau ada yg buat dokumenter utuh ttg perjalanan omnibus law ini. Jejak ini harus basah. Apalagi pandemi mematikan aksi-aksi lapangan,” bebernya.

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja diwarnai sejumlah atraksi politik, pimpinan rapat mematikan mik anggota Fraksi Demokrat yang sedang menyampaikan pendapat.

Aksi itu terjadi saat politikus Demokrat Irwan Fecho meminta penundaan pengesahan. Saat Irwan berbicara, pimpinan rapat Azis Syamsudin memberi kode ke Puan untuk memencet tombol.

“Kawan-kawan, kalau mau dihargai tolong menghar…,” suara Irwan pun terputus.

Azis pun menyudahi sesi, RUU Ciptaker langsing disahkan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...