Presiden PKS: Sangat Besar Peluang Terjadinya Penyelewengan!

Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mendesak Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (Perpres).

Perpres tersebut, kata Syaikhu, sebagai bentuk penolakan Presiden terhadap RUU Cipta Kerja (Ciptaker) yang baru disahkan menjadi UU.

“Presiden Jokowi harus mendengar suara buruh dan masyarakat. Terbitkan Perppu. Cabut UU Ciptaker. Sebab buruh dan masyarakat menolak keberadaannya,” ujar Syaikhu dalam keterangan persnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/9/2020).

Menurut Syaikhu, aksi unjuk rasa buruh dan koalisi masyarakat sipil ini sangat bisa dipahami. Karena kandungan UU Ciptaker baik secara materil dan formil banyak cacat dan merugikan masyarakat.

“Aksi buruh dan koalisi masyarakat sipil sangat bisa dipahami. UU Ciptaker berdampak buruk bukan hanya kepada buruh dan pekerja, tetapi juga berdampak buruk ke sektor lingkungan hidup dan kedaulatan ekonomi kita,” tuturnya.

UU Ciptaker, tambah Syaikhu, memuat substansi pengaturan yang tidak adil bagi nasib Pekerja/buruh Indonesia dan lebih memihak kepada kepentingan pemodal dan investor.

“Hal ini tercermin dalam perubahan pasal-pasal yang berkaitan dengan hubungan pengusaha-pekerja, upah dan pesangon,” jelasnya.

Ia mengatakan, UU Ciptaker ini bukan hanya cacat secara materi atau substansi tetapi juga cacat secara formil atau prosesnya.

“UU ini lahir dari proses yang tidak demokratis dan tidak transparan! Sangat besar peluang terjadinya penyelewengan!” tegasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...