Soroti Belanja Dana Covid-19, Legislator Gerindra: Pemkot Makassar Jauh dari Kata Transparan

Anggota Komisi A bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kota Makassar, Kasrudi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar Kasrudi menyanggah pernyataan Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin yang mengaku telah transparan dalam penggunaan dana Covid-19.

Bagi dia, sejauh ini Pemkot jauh dari kata transparan. Dimana DPRD telah berkali-kali meminta laporan belanja dana tersebut, namun sampai hari ini tak jua terealisasi.

“Jadi kami (DPRD) melihatnya memang anggaran Covid di Kota Makassar tidak transparan, tidak terbuka sampai sekarang. Bahkan kami pernah meminta langsung ke SKPD-nya sampe sekrang tidak diberikan,” kata Kasrudi di Kantor DPRD Kota Makassar, Rabu (7/10/2020).

Lebih lanjut Legislator Gerindra ini menjelaskan, DPRD sebelumnya sudah melakukan monitoring evaluasi (monev) dan meminta rincian anggaran dengan mitra komisi. Namun, hingga kini belum diberikan.

“Kami sudah meminta rincian anggaran covid-19, tapi sampai sekarang belum ada. Jadi pernyataan Pj Walikota itu tidak benar,” tegas Kasrudi.

Memang, kata dia, secara total sudah melihat jumlahnya. Akan tetapi rincianya belum diperlihatkan. Rincian itu penting untuk melihat penggunaan anggaran di Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar.

Menurut Kasrudi, rincian itu sangat penting untuk melihat perbandingan jumlah anggaran yang dialihkan ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan padat karya sebagai wujud upaya pemulihan ekonomi di kota Makassar.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...