209 Pendemo Diamankan Polisi, 30 Orang Reaktif Covid-19

ILUSTRASI: Aksi Saling dorong Mahasiswa dari BEM Keluarga Mahasiswa berbagai Universitas dengan aparat Kepolisian saat aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Dalam aksi Mahasiswa menolak dan membatalkan UU Omnibus Law. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, BANDUNG — 209 orang pendemo pada hari Rabu (7/10/2020) yang berakhir ricuh hingga Rabu malam pukul 21.00 wib, yang bertindak anarki diamankan Polisi.

Hari ini Polisi, melakukan Rapid tes massal kepada 209 pendemo tersebut.

Dari hasil Rapid tes, diketahui 13 orang reaktif covid-19.

Wakapolrestabes Bandung, AKBP Ujung Yade Setiawan mengatakan bahwa 13 pendemo yang reaktif covid-19 langsung kami bawa ke RS Sartika Asih

“Yang reaktif itu kita bawa ke RS Sartika Asih hari ini juga, untuk dilakukan Swab tes,” jelasnya, Kamis (8/10).

Wakapolrestabes menambahkan, para pendemo yang diamankan ini, merupakan pendemo yang melakukan aksi mengarah ke anarkis.

“Mereka diamankan, karena sudah mengarah ke anarkis. Seperti melempar batu, melempar barier pembatas jalan, merusak trotoar, melakukan pembiaran dan merusak fasilitas umum lainnya,”jelasnya.

Ditegaskan Wakapolrestabes, bahwa aksi unjuk rasa saat Pandemi tidak diperbolehkan.

“Jadi kami tidak mengizinkan aksi unjuk rasa selama pandemi, karena untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini, itu tujuan kami ” paparnya.

Dari 209 orang pendemo ini, Polrestabes akan melakukan pendalaman kepada semua Pendemo, untuk dilanjutkan ke proses penyidikan.

“Nanti kita dalami kembali peran mereka ini apa aja,”pungkasnya.(pojoksatu/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...