BKPSDM: Meski Dokter Sani Bukan Tersangka, Tapi Dia Melakukan Pelanggaran Disiplin

Dokter Ardin Sani

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin enggan berkomentar ihwal tuntutan IDI Makassar untuk mengembalikan dokter Ardin Sani pada jabatan sebelumnya, yakni Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar.

“Saya belum bisa berkomentar,” ujar Naisyah singkat (8/10/2020).

Menurut Naisyah pihak yang berkompeten untuk menjawab itu adalah Kepala BKPSDM Makassar.

Sementara, Plt Kepala BKPSDM Kota Makassar Basri Rakhman, mengatakan hingga saat ini dirinya belum mendapat instruksi langsung dari pimpinan.

Kendati begitu, Basri mengatakan sudah ada laporan hasil pemeriksaan (LHP) terhadap dokter Sani.

“Dia memang bukan tersangka tapi dia melakukan pelanggaran disiplin, karena terjadi pelanggaran di bawah pimpinannya, dan itu kebijakan nasional,” kata Basri.

Basri menekankan kendati putusan hukum menyatakan dokter Sani tidak bersalah atau tidak ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kata dia, terjadi pelanggaran di bawah tanggung jawabnya.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar meminta Pemerintah Kota Makassar agar mengembalikan nama baik anggota IDI Makassar yaitu dr Ardin Sani dengan mengembalikan kembali jabatannya sebagai Direktur RSUD Daya Makassar.

Lantaran, dokter Ardin Sani dinyatakan tidak bersalah dalam kasus pengambilan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Daya pada Juni 2020 lalu.

Sekedar diketahui, dokter Ardin dinonaktifkan berdasarkan surat keputusan Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin tertanggal 29 Juni 2020 setelah polisi melakukan penyelidikan dan menetapkan oknum anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso sebagai tersangka terkait kasus pengambilan jenazah pasien positif Covid-19.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...