Perintah Salat Diturunkan Sebagai Pijakan Terhadap Realitas Sosial

ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID — Salat bagi muslim merupakan ibadah wajib yang rutin dilaksanakan sekurangnya 5 kali dalam sehari. Ritual salat selain diperagakan dengan gerakan, di dalamnya juga teradapat doa-doa yang dipanjatkan untuk meminta kebaikan kepada Allah SWT.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyebut ibadah mahdhah salat yang rutin dilaksanakan oleh muslim bukan hanya beraspek illahi, melainkan juga di dalamnya ada aspek sosial.

Busyro menerangkan, lafadz-lafadz do’a yang diucapkan dalam salat mulai dari raka’at pertama sampai dengan salam mengandung aspek sosial yang kuat. Sehingga, kata Busyro bagi Muslim yang rutin melaksanakan salat harus menimbulkan kepekaan rasa terhadap realitas sosial di sekelilingnya.

“Dalam ibadah salat yang rutin dilaksanakan, do’a-do’a yang dipanjatkan di dalamnya bukan hanya untuk meminta kebaikan kepada diri sendiri, melainkan juga kebaikan dan kesejahteraan bagi orang lain,” kata Busyro dalam keterangan resminya, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, perintah salat yang diturunkan kepada umat Muslim bisa dijadikan sebagai pijakan untuk ‘melek’ terhadap realitas sosialnya. Kemudian Busyro juga menjelaskan bahwa, gerakan salam dalam salat juga mengajarkan muslim untuk senantiasa menebar kebaikan dan keselamatan bagi seluruh alam.

Sehingga, jika salat telah menjadi habit bagi muslim, seharusnya kemungkaran yang terjadi di dunia berkurang. Termasuk kemungkaran politik yang marak terjadi, bukan hanya di Indonesia tapi juga telah menjangkiti peta politik secara global.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...