3 Hari Aksi Unjuk Rasa, Polda Sulsel Amankan 220 Massa Aksi

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Gerakan penolakan pengesahan UU Cipta Kerja hingga Jumat (9/10/2020) masih berlangsung di Makassar dan beberapa daerah di Sulsel.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan hingga aksi demostrasi yang digelar selama 3 hari yakni 6 sampai 8 Oktober, sebanyak 220 massa aksi terpaksa diamankan aparat kepolisian.

Bahkan imbas dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa aksi gabungan, baik dari mahasiswa maupun warga mengakibatkan berbagai fasilitas umum rusak.

“Kita sangat menyayangkan adanya beberapa kekacauan yang ditimbulkan dari beberapa orang dan juga kelompok yang mengacaukan giat unjuk rasa damai di Makassar ini. Kita sudah mengindetifikasi kelompok-kelompok itu dan itu bukan dari kelompok Unras serikat buruh,” kata Ibrahim, Jumat (9/10/2020).

Adapun fasilitas umum yang dirusak yakni gedung DPRD, puluhan kendaraan pemerintah dan masyarakat sipil, videotron Pemprov Sulsel, Pos lantas flyover dan pintu gerbang Kantor Gubernur Sulsel.

Kendati demikian, ia mengaku mengapresiasi kelompok unjuk rasa serikat buruh yang dinilai melakukan aksi demonstrasi secara tertib.

“Sesuai undang-undang, kita akan mengawal dan mengamankan pelaksanaan Unras, namun sebaiknya pelaksanaannya tertib dan jangan anarkis,” tutur Ibrahim.

“Kita bertindak sesuai prosedur, bagi yang melanggar dan anarkis akan kita proses, apalagi ini menimbulkan tindak pidana dan menjadikan situasi Kamtibmas menjadi rawan bagi masyarakat,” sambungnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...