Anak Muda Harus Jadi Agen Perubahan Penyebaran Covid-19

Jumat, 9 Oktober 2020 16:58

Anggota Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui, sekitar 15 – 20 persen masyarakat usia 17 – 45 tahun bahkan merasa tidak akan terinfeksi virus corona. Kenyataannya, sebagian besar positif Covid-19 justru berusia muda, yakni rentang usia 19 – 45 tahun sebanyak 55 persen (data per 5 Oktober 2020).

Keyakinan bahwa anak muda takkan terinfeksi Covid-19 menjadi penyebab terbesar lantaran ini membuat mereka abai terhadap protokol kesehatan. Hal lain ialah kalangan muda lebih sering keluar rumah untuk berbagai keperluan.

Pengusaha muda Irvanda Mulyaningsih mengutarakan bahwa sebetulnya anak muda bukan tidak Ingat Pesan Ibu. Justru mereka tahu tetapi belum benar-benar paham risiko atau akibat jika mengabaikan protokol kesehatan 3M.

“Banyak sebetulnya anak muda yang sudah menggunakan masker, tetapi belum secara benar. Alasan mereka malas menggunakan masker, biasanya karena lama-lama merasa sesak napas. Atau, orang tua muda membiarkan anak-anaknya main tanpa mengenakan masker,” kata Irvanda.

Padahal, menurut Dewi Nur Aisyah, apabila masyarakat menerapkan 3M secara disiplin maka risiko tertular virus corona bisa ditekan hingga 99 persen. Supaya Ingat Pesan Ibu lebih efektif, perlu juga dipahami cara menggunakan, melepaskan, serta kemampuan filtrasi masker.

“Abai terhadap protokol kesehatan akibatnya sangat fatal apalagi jika kemudian anak muda ini menjadi carrier dan menulari kelompok masyarakat yang lebih tua. Maka, kita harus ajak pemuda agar menjadi generasi peduli,” imbuhnya. (sua/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI