Angka Kesembuhan Capai 85 Persen, Angka Kematian Sulsel di Bawah Nasional

Ketua Tim Konsultan Covid-19, Prof Ridwan Amiruddin

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Tim Ahli Data dan Epideomologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin mengatakan indikator penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan semakin menunjukkan perkembangan yang positif.

Terdapat 14 indikator dalam proses penanganan Covid-19 di Sulsel yang harus dicapai. Tiga indikator utamanya ialah epideomologi dengan jumlah 10 parameter, indikator surveylans 2 parameter dan indikator layanan dua parameter.

“Prinsipnya dari 14 indikator itu semua bergerak ke arah yang semakin membaik,” kata Ridwan.

Diketahui hingga kini, angka kesembuhan di SSulawesi Selatan mencapai 85 persen dengan angka kematian berada di bawah rata-rata nasional yakni 27 persen.

“Kemudian positif rate juga sudah semakin membaik, kisarannya 8-13 persen,” ucapnya.

Bahkan Prof Ridwan membeberkan, saat ini Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 sudah masuk dalam zona oranye yang sebelumnya berstatus zona merah.

“Kalau dilihat peta zonasi yang ada di gugus tugas nasional memang sudah tidak ada zona merah, sebagian sekarang masuk zona oranye dan kuning,” ungkapnya.

Daerah yang masuk dalam zona oranye tersebut di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Bulukumba, Barru, Pinrang, Enrekang, Luwu, TanaToraja, Palopo, Luwu Timur, dan Luwu Utara. Sementara beberapa daerah lainnya sudah ada di zona kuning.

Ia menjelaskan, tidak hanya indikator penanganan Covid-19 yang mengakibatkan Sulsel keluar dari zona merah, namun progam yang gencar dilakukan Pemprov Sulsel yakni progran trisula turut andil dalam menekan laju penyebaran.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...