Dikejar Polisi, Pelajar SMK yang Berniat Demo Lari ke Markas TNI

Sejumlah pelajar SMK mencoba mencari perlindungan ke markas Yonif 133/Yudha Sakti, Kamis (8/10). Foto: diambil dari padek

FAJAR.CO.ID, PADANG – Sejumlah pelajar di Kota Padang harus berhadapan dengan pasukan dari Polda Sumatera Barat saat menuju lokasi demonstrasi terkait UU Cipta Kerja, di gedung DPRD Sumbar, Kamis (8/10).

Ya, demonstrasi penolakan UU Omnibus Law berlangsung hampir di seluruh kota di Indonesia. Tak hanya digawangi oleh mahasiswa dan buruh, tetapi juga ikut para pelajar, termasuk di Kota Padang.

Beberapa kelompok pelajar SMK bergegas menuju gedung DPRD Sumbar. Mereka naik motor berboncengan, membawa bendera merah putih. Namun, tak seperti sehari sebelumnya (Rabu), kali ini mereka diadang aparat keamanan.

Saat bergerak dari arah Jl Hamka, Air Tawar, menuju gedung DPRD Sumbar di Jl S Parman, para pelajar yang bermaksud bergabung dalam aksi unjuk rasa itu berhadapan dengan aparat di depan Basko Grand Mall Padang.

Pasukan dari Polda Sumbar berusaha memecah konsentrasi massa yang bukan berasal dari mahasiswa atau buruh. Kelompok massa dari pelajar itu pun lari tunggang-langgang menyelamatkan diri dari halauan petugas kepolisian.

Mereka mencoba mencari perlindungan ke Batalyon 133/Yudha Sakti. Namun, para pelajar harus gigit jari, lantaran tentara yang berjaga di pintu gerbang tidak mengizinkan mereka lari dan masuk markas batalion.

Aparat TNI yang bertugas menyarankan para pelajar untuk bubar dan pulang ke rumah masing-masing. “Kami diusir dan dikejar polisi,” ujar Andi salah seorang pelajar, seperti dikutip dari Padek. (jpnn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...