Dituding Provokator, Okky Madasari: Mereka Bukan Kawanan Domba

Okky Madasari-- Agung Putu Iskandar/Jawa Pos/jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sastrawan Okky Madasari disebut sebagai provokator demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Tuduhan tersebut disampaikan melalui tulisan berjudul “Darurat Keamanan! Okky Madasari Provokator Omnibus Law Datang dari WNI Singapura!” di laman Sewrod.

Dalam tulisan itu, Okky Madasari disebut melakukan provokasi melalui media sosial Twitter.

Okky menanggapi santai tuduhan tersebut. Ia men-screenshot judul tulisan itu dan dibagikan kembali di akun Twitter pribadinya, @okkymadasari, Jumat (9/10).

Meski dia menganggap tulisan itu dianggap melanggar UU ITE, Okky menegaskan tidak akan melapor ke polisi.

Bagi Okky, tuduhan tersebut cukup menjadi pengingat bagaimana buzzer bekerja.

“Akan aku simpan untuk pengingat bagaimana buzzer dan disinformasi bekerja. Apakah akan aku laporkan pakai UU ITE? Tentu tidak,” tulis Okky.

Okky dianggap sebagai provokator UU Omnibus Law karena mempertanyakan apakah presiden, menteri dan anggota DPR sudah membaca UU tersebut sebelum disahkan.

“Tak usah gentar kalau digertak, “Memang sudah baca?”. Coba dibalik: RUU Cipta Kerja itu hampir 1000 halaman lho! Apakah anggota dewan, presiden, menteri sudah baca semua sebelum menyetujui jadi UU yg berdampak pada banyak orang?,” cuit penulis novel itu.

Kandidat Ph.D di NUS Singapura tersebut juga membagikan foto aksi buruh dan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...