Jelang Pemilihan Presiden, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran

Donald Trump. Shutterstock

FAJAR.CO.ID — Beberapa minggu menjelang pemilihan Amerika Serikat (AS), Washington meningkatkan tekanan kepada Teheran.

Pada Kamis (8/10/2020) Amerika Serikat memberikan sanksi baru untuk sektor keuangan Iran. AS menargetkan 18 bank dalam upaya untuk lebih menghambat pendapatan Iran.

Langkah tersebut membekukan aset AS dari bank-bank yang masuk daftar hitam dan umumnya melarang orang Amerika untuk berurusan dengan mereka.

Ini berarti bank asing berisiko kehilangan akses ke pasar dan sistem keuangan AS.

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa larangan tersebut tidak berlaku untuk transaksi penjualan komoditas pertanian, makanan, obat-obatan atau peralatan medis ke Iran karena memahami kebutuhan rakyat Iran akan barang-barang kebutuhan dasar manusia.

Namun, para analis mengatakan sanksi sekunder dapat semakin menghalangi bank-bank Eropa dan asing lainnya untuk bekerja dengan Iran, bahkan untuk transaksi kemanusiaan yang diizinkan.

“Ini seperti pukulan di wajah bagi orang Eropa, yang telah berusaha keras untuk menunjukkan kepada Amerika bahwa upaya tersebut sangat mengancam bantuan kemanusiaan atau perdagangan untuk misi kemanusiaan ke Iran,” kata Elizabeth Rosenberg dari lembaga kajian Center for a New American Security.

“Mereka juga ingin mempersulit presiden masa depan mana pun untuk dapat melepaskan langkah-langkah ini dan terlibat dalam diplomasi nuklir,” tambah Rosenberg, mengacu pada kemungkinan bahwa mantan Wakil Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dapat mengalahkan Presiden dari Partai Republik Donald Trump dalam pemilu AS pada 3 November.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...