Keluar Dari Zona Merah, Klaster Pilkada Tetap jadi Ancaman

ILUSTRASI. Obat Penanganan Covid-19

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Belum lama ini Satgas Covid-19 Pusat mengumumkan Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi yang akhirnya keluar dari zona merah.

Per tanggal 7 Oktober lalu, tercatat 16.087 kasus positif, 13.354 yang sembuh dan 427 yang meninggal dunia.

Kendati keluar dari zona merah, Tim ahli data dan epideomologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Aminuddin menegaskan agar masyarakat tetap harus waspada dan berhati- hati.

Lantaran pada Desember mendatang terdapat agenda besar yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Diketahui, kini tahapan pilkada sudah mulai berjalan. Sehingga aktivitas tersebut kemungkinan besar dapat memicu kasus kembali naik.

“Bukan berarti keluar dari zona merah kemudian kita boleh pilkada ataupun kalau terpaksa pilkada. Kondisinya harus tetap perketat protokol kesehatan agar dapat dikendalikan potensi pemicuan kasus yang signifikan,” tegasnya, Jumat (9/10/2020)

Ia mengimbau kepada para penyelenggara maupun kandidat beserta pendukungnya diharapkan agar tetap tertib.

Lebih jauh, lanjut Prof Ridwan, penerapan protokol kesehatan harus tetap diutamakan guna menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah membenarkan terkait kabar gembira tersebut.

“Sulsel salah satu provinsi yang punya kasus tertinggi di luar Jawa tapi hari ini (kemarin) oleh Satgas Pusat menyatakan bahwa Sulsel sudah keluar dari zona merah,” ucap Nurdin, kemarin Kamis (8/10/2020).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...