Kepala BKPM Singgung Kekuasaan Rakyat, Fadli Zon: Bahlil Jangan Bahlul!

Bahlil Lahadalia dan Fadli Zon

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pernyataan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai harus ada keseimbangan antara negara, pengusaha, dan rakyat langsung direspon politisi Partai Gerindra Fadli Zon.

Sebelumnya, dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/10/2020) mantan Ketua HIPMI itu mengatakan lahirnya Undang-undang Cipta Kerja merupakan jalan tengah atau ‘win-win’ solution buat negara, pengusaha, dan rakyat.

“Saya pikir negara harus hadir bersama-sama dengan rakyat dan pengusahanya. Pengusahanya tidak boleh mengatur negara. Negara juga tidak boleh semena-mena kepada pengusaha,” kata Bahlil.

“Begitupun sebaliknya pengusaha, negara tidak boleh juga semena-mena kepada rakyat. Tapi rakyat juga jangan terlalu juga lebih kuat daripada negara dan pengusaha,” lanjutnya.

Pernyataan itu langsung ditanggapi Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Fadli Zon. Menurut Fadli, dalam sistem demokrasi, rakyatlah yang memiliki kekuasaan tertinggi.

“Bahlil jangan bahlul, siapa bilang rakyat tak boleh kuat. Demokrasi (demos-rakyat; kratos-pemerintahan). Demokrasi itu ya pemerintahan rakyat kuat. Rakyat yang memilih pemimpin semua level,” katanya di akun Twitternya, Jumat (9/10/2020).

Sejak diketok palu pada Senin kemarin, ribuan massa yang terdiri dari buruh, mahasiswa, pelajar hingga ormas lainnya ikut turun melakukan demo penolakan UU Cipta Kerja.

Hanya saja, kekuatan parlemen jalanan ini belum mendapat respons dari Presiden Joko Widodo. Apakah tetap menandatangani draft UU Cipta Kerja atau memilih membatalkannya dengan menerbitkan Perppu. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...