Pejuang Kesejahteraan Desa, Oase Bagi Usaha Mikro

Pejuang Kesejahteraan Desa, Oase Bagi Usaha Mikro

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Dampak Pandemi Covid-19 memukul mayoritas masyarakat kecil. Tak terkecuali para pengusaha mikro di Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat.

Asmira Susanti (25 tahun) tak pernah menyangka bisa menjadi “oase” bagi para ibu rumah tangga di wilayah itu. Berawal dari pekerjaannya sebagai mitra atau bisnis partner Amartha, perempuan kelahiran Bababulo Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene ini berhasil menjaga roda perekonomian ibu rumah tangga di masa pandemi.

Sejak bergabung di Amartha akhir 2019 lalu, kegiatannya memberi pinjaman modal bagi ibu-ibu pengusaha mikro pedesaan di Mateng melalui pinjaman modal. Modal itu memudahkan ibu-ibu di pelosok Mateng membuka dan mengembangkan usahanya.

“Ada beberapa masyarakat jarak tempat tinggalnya jauh ke kota untuk ambil pinjaman di bank. Sementara meminjam di bank harus ada jaminan. Sementara di Amartha, kita yang terjun langsung ke ibu-ibunya. Mereka hanya menunggu di rumah saja. Kami yang datang saat pencairan, penagihan, jadi ibunya menunggu di rumah saja,” katanya kepada FAJAR, Selasa, 6 Oktober.

Awalnya, dia memulai dengan survey lokasi. Mendatangi kantor-kantor desa setempat sekadar meminta izin dan memperoleh data para pengusaha mikro maupun kelompok masyarakat pra-sejahtera.

“Setelah itu kita datangi ibu-ibu yang sedang ngumpul-ngumpul maupun perorangan. Setelah survei, sosialisasi, kemudian diberi brosur. Kemudian kita ke sana lagi sosialisasi umum setelah dapat respons dari ibu-ibunya dalam majelis atau kelompok untuk lebih detail soal modal, pinjaman dan persyaratannya,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...