Pemerintah Abaikan Rakyat, Ulil Abshar: Ini Bukan Orde Reformasi tapi Orde Tuli

Ulil Abshar Abdalla - Foto Terbit/Antara/SUSANTO

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Intelektual Islam Ulil Abshar Abdalla emosi lantaran pemerintah tidak mendengarkan aspirasi rakyat, khususnya terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Ulil membagikan pernyataan resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang turut menolak UU Cipta Kerja.

“Ini adalah sikap resmi PBNU atas UU Cipta Kerja. Salah satu poin penting: PBNU akan “membersamai” (saya suka istilah ini) pihak2 yg mencari keadilan melalui jalan konstitusional. Sikap PBNU berada di pihak mereka yg menolak UU ini. Kata Kiai Said, ini UU yg zalim,” kata Ulil di akun Twitter @ulil, Jumat (9/10).

Ulil menyayangkang sikap pemerintah yang dianggapnya tidak lagi mendengarkan suara Nahdlatul Ulama (NU).

“Ada kecenderungan yg menjengkelkan: NU tampaknya hanya didengar pemerintah kalau menyangkut isu anti-khilafah, anti-radikalisme. Tetapi begitu bersikap dlm soal2 keadilan sosial dan lingkungan, pemerintah ndak mau dengar. Isu2 anti-khilafah mmg memperkuat kekuasaan Jokowi,” cetusnya.

Ulil mengaku memahami aksi buruh dan mahasiswa yang terjadi di sejumlah daerah. Hal itu terjadi lantaran pemerintah dan DPR sudah tuli, tidak mau mendengarkan aspirasi.

“Saya benar2 “marah” melihat ketulian pemerintah dan DPR sekarang ini. Arogansinya keterlaluan. Publik disepelekan. Kita sebagai masyarakat ndak “direken blas”. Saya paham kenapa buruh dan mahasiswa protes di mana2 kemaren,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...