Satu Dekade Pengelolaan Mal Pinrang, Tak Bayar Sewa

Satu Dekade Pengelolaan Mal Pinrang, Tak Bayar Sewa

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Sudah 10 tahun atau satu dekade lamanya, Mall Pinrang eksis. Namun sejauh ini, retribusi atau biaya sewa yang dikonsensuskan dengan Pemkab, tak secuil pun dibayarkan.

Sebagai informasi, perjanjian sewa menyewa pengelolaan Mall Pinrang dilakukan Desember tahun 2011 lalu. Konsensus tertulis itu antara Pemkab dengan penyewa yakni H. Bustan. Dengan nilai sewa Rp650 juta per tahun hingga 2016.

Jika merujuk perjanjian sewa menyewa selama durasi waktu 2011-2016, itu berarti total sebanyak Rp3,25 miliar yang semestinya dibayar oleh H Bustan. Namun satu rupiah pun tak ada. Bahkan hingga durasi waktu sewa telah berlalu dan kini sudah masuk tahun 2020, H.Bustan masih tercatat sebagai pengelola mal tersebut.

“Bukan retribusi, tetapi antara Pemkab dan dia (H.Bustan) terikat perjanjian sewa menyewa,” jelas Sekda Pinrang, Andi Budaya, Kamis 8 Oktober.

Diceritakan Andi Budaya, kalau dulu Mall Pinrang tersebut merupakan kantor pengairan pusat. Namun posisinya berada di tengah-tengah kota. Karena dulu ada otonomi daerah, maka pihaknya menganggap aset tersebut telah dikelolah oleh Pemkab.

Lalu selanjutnya, Pemkab melakukan rekonstruksi bangunan. Andi Budaya tak merinci berapa anggaran yang digunakan dari APBD untuk pembangunan, namun setelah bangunan berdiri disetujuilah perjanjian sewa menyewa untuk pengelolaan mal tersebut.

“Untuk tanah memang milik pusat. Tetapi bangunan tetap milik Pemkab. Nah untuk persoalan ini, kami sudah dorong ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...