Tuding Demo Tolak UU Cipta Kerja Ditunggangi, Dua Menko Jokowi Disebut Ngawur oleh PA 212

Menko Polhukam Mahfud MD membacakan pernyatan sikap terkait demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) malam

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Persaudaraan Alumni (PA) 212 makin geram dengan pernyataan Menko Polhukan, Mahfud MD yang menyebut aksi penolakan UU Cipta Kerja di sejumlah wilayah ditunggangi para elit.

Pernyataan pria berdarah Madura itu dinilai nagawur dan akan membuat kegaduhan baru di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan, Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin saat dihubungi Pojoksatu.id, Jumat (9/10/2020).

“Wah ngawur tuh si Mpud (Mahfud) sama Angga (Airlangga Hartarto) main tuduh saja kan,” kata Novel.

Novel sarankan, negara harus membuktikan kebenaran tuduhan ditungganginya aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja itu.

Apalagi negara mempunyai BIN untuk menyelidik pernyataan dua menteri Jokowi, Mahfud dan Airlangga.

“Negara ini punya BIN yang memang bekerja untuk memberikan info yang valid bukan tebak-tebakan kayak si Mpud,” ungkap Novel.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan akan menindak tegas aktor intelektual dan pelaku aksi anarkis yang menolak UU Cipta Kerja.

Mahfud menyebut demo anarkis ditunggangi. Para pelaku dan aktor intelektual yang menunggangi demo buruh akan ditindak tegas.

“Saya ulangi, sekali lagi pemerintah akan bersikap tegas dan melakukan proses hukum terhadap semua pelaku dan aktor yang menunggangi aksi-aksi anarkis yang sudah berbentuk tindakan kriminal,” kata Mahfud MD dalam jumpa pers di kantornya, pada Kamis malam (8/10/2020).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...