UU Ciptaker Butuh Banyak PP dan Perpres, Said Didu: Bisa Jadi Sumber Kongkalikong Pengusaha

Said Didu. (Int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Undang-undang Cipta Kerja butuh banya aturan turunan seperti Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres).

Pernyataan Presiden Jokowi itu langsung ditanggapi deklarator KAMI, Said Didu. Menurutnya ada empat hal yang bisa ditimbulkan dengan banyaknya aturan tambahan dari UU Ciptaker itu.

“Undang-Undang yang banyak PP dan Perpresnya adalah UU yang : 1) secara substansi tidak siap 2) memberikan ketidakpastian hukum krn mudah diubah atau dibelokkan oleh penguasa lewat PP dan Perpres,” tulisnya di akun Twitternya, Jumat (9/10/2020).

Bahkan, aturan tambahan UU Ciptaker itu, kata mantan Sekretaris Kementerian BUMN berpeluang menjadi jalan masuknya kepentingan pengusaha atau pemilik modal.

“3) bisa menjadi titik awal otoritarian. 4) bisa jadi sumber kongkalikong penguasa,” jelasnya.

Dalam keterangan persnys mengenai UU Cipta Kerja yang disiarkan dari Istana Bogor, Jumat (9/10/2020), Jokowi bilang UU baru itu memerlukan banyak aturan turunan.

“Jadi setelah ini, akan muncul PP dan Perpres yang akan kita selesaikan paling lambat tiga bulan setelah diundangkan,” kata Jokowi melalui saluran Youtube Sekretaris Negara.

Jokowi pun berjanji akan menyerap aspirasi warga dan pemerintah daerah dalam menyusun PP maupun Perpres soal UU Ciptaker.

“Kita, pemerintah, membuka dan mengundang masukan-masukan dari masyarakat, dan masih terbuka usulan-usulan dan masukan dari daerah-daerah,” sebutnya.(msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...