Benarkah SBY Sponsori Demonstrasi Penolakan UU Ciptaker? Ini Penegasan Demokrat

Penegasan Demokrat

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Partai Demokrat merasa perlu mengambil sikap pasca adanya pernyataan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut adanya tokoh sentral dibalik pergerakan rakyat yang melakukan aksi demo menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.

Cikeas semakin terpojok dengan munculnya tudingan di media sosial bersifat fitnah dan berita bohong yang dilancarkan oleh akun-akun buzzer seperti @digeeembok, untuk mendiskreditkan Partai Demokrat dan Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Cikeas disebut danai aksi demontrasi 8 Oktober kemarin yang berujung kerusuhan dan pengrusakan sarana umum di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Ossy Dermawan menegaskan bahwa pernyataan Aksi dan Gerakan besar penolakan UU Ciptaker 8 Oktober 2020, diinisiasi dan didanai oleh Partai Demokrat atau Cikeas adalah pernyataan fitnah dan hoax serta tidak berdasar.

Pernyataan tersebut juga melecehkan kaum buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang turun ke jalan, yang murni menyuarakan penolakan UU Ciptaker.

Dengan banyaknya gempuran fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Partai Demokrat pasca insiden walkout di Sidang Paripurna 5 Oktober lalu, maka partai besutan SBY itu akan menempuh jalur hukum.

Partai Demokrat memang menolak disahkannya RUU Ciptaker sebagaimana yang disampaikan dalam pandangan mini fraksi, tanggal 3 Oktober 2020, dan juga disampaikan dalam Sidang Paripurna tanggal 5 Oktober 2020. Legislator Demokrat memilih walkout sebagai bentuk protes dan tidak ingin terlibat dalam pengesahannya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...