Direktur MDI: Andai Bukan Gandeng Fatmawati DP Bisa Menang Telak

Direktur Mitra Demokrasi Indonesia, Andi Taufiq Aris (ATA)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Elektabilitas pasangan calon nomor urut satu, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi terus menurun menjelang Pilwakot Makassar 2020. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, meski mayoritas tetap menempatkan paket dengan akronim ADAMA pada posisi teratas, tetapi selisihnya dengan rivalnya kini sangat tipis. 

Direktur Mitra Demokrasi Indonesia, Andi Taufiq Aris (ATA) menyampaikan terus merosotnya elektabilitas DP-sapaan akrab Danny Pomanto, tidak lepas lantaran pendampingnya, Fatmawati, yang kurang mampu mendongkrak elektoral ADAMA. Kondisi itu membuat DP harus susah payah bekerja mendongkrak tingkat keterpilihannya.

“Seandainya bukan menggandeng Fatmawati, DP bisa menang telak. Yang terbaca saat ini, faktor Fatmawati ini menggerus elektabilitas DP. Ya maaf saja, Fatmawati buktinya tidak mampu membuat elektabilitas ADAMA menjauh dari rivalnya, tapi semakin tipis, bahkan ada hasil survei yang menyatakan ADAMA tersalip oleh APPI-Rahman dan tidak lagi di posisi teratas,” ujar Bung Ata, Sabtu (10/10/2020).

Berdasarkan hasil analisanya, ada sejumlah faktor utama yang membuat ADAMA kesulitan meningkatkan elektabilitasnya. Semuanya berkaitan dengan Fatmawati.

Pertama, istri Rusdi Masse (RMS) itu memang tidak dikenal di Kota Makassar. Mantan Anggota DPR RI itu selama ini memang hanya diketahui berasal dari Kabupaten Sidrap. 

“Fatmawati ini pendatang baru, tetiba muncul menjelang detik-detik akhir. Dia tidak dikenal dan baru masuk Makassar, jadinya sulit dalam waktu singkat mengangkat elektabilitasnya. Kalau pun ada yang kenal, orang tahunya dia mantan Calon Bupati Sidrap tapi gagal dan kini mencoba peruntungan di Makassar, itu malah memunculkan sentimen negatif,” terangnya. 

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...