Jokowi Minta Gubernur Dukung UU Ciptaker, Taufik Rendusara: Mau Dirikan Rezim Otoriter Baru?

Taufik Rendusara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus mengumpulkan para gubernur dan jajaran kabinetnya Jumat (10/10/2020) untuk membahas mengenai polemik Undang-undang Cipta Kerja.

Jokowi tampil usai menggelar rapat terbatas secara virtual tentang UU Cipta Kerja bersama jajaran pemerintah dan para gubernur.

“Dalam rapat terbatas tersebut saya tegaskan mengapa kita membutuhkan UU Cipta Kerja,” demikian kata Jokowi dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Politisi Demokrat, Taufik Rendusara menduga rapat bersama para Gubernur itu dilakukan agar mereka ikut mendukung keputusan pemerintah pusat soal penerbitan UU Ciptaker.

“Breaking News #JokowiSontoloyo memanggil beberapa Gubernur secara diam-diam. Termasuk kesayangan gue, Anies Baswedan.Presiden sontoloyo melarang gubernur-gubernur menyampaikan isi pertemuan kpd publik,” kata Taufik di akun Twitternya, Sabtu (10/10/2020).

Menurutnya, selama ini pemerintah pusat tak pernah mengajak kepala daerah untuk membahas UU Ciptaker tersebut.

“Gak pernah diajak bahas RUU-nya kok sekarang disuruh berhadapan sama rakyat,” ungkap pemilik akun @Toperendusara1 itu.

Tak sampai di situ, kata Taufik upaya Jokowi meminta para gubernur mendukung UU Cipta Kerja merupakan sebuah gaya rezim otoriter baru di Indonesia.

“#JokowiSontoloyo ngancem-ngancem gubernur maksa untuk mendukung UU biadab Omnibuslaw pagalugu apa, mau mendirikan rezim otoriter baru di Indonesia?” tegasnya.(msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...