Jualan Cotonya Laris Manis, Eh.. Imigran Ini Diciduk Petugas

Salah satu imigran saat ketahuan melayani pembeli.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Malang nasib Yasin Sultani, WNA asal negara Afganistan ini. Gurihnya kuah coto, tak segurih hidupnya di Indonesia. Terutama di wilayah Kota Makassar.

Asyik jualan kuliner di sekitaran wilayah Kecamatan Tamalanrea, dia justru diciduk oleh petugas Rudenim Makassar dan dianggap melanggar aturan sebagai pengungsi asal luar negeri.

“Satu orang sedang menjual coto juga di Tamalanrea,” kata Kepala Rudenim Makassar, Togol Situmorang, Sabtu (10/10/2020).

Selain Yasin, juga ada empat pengungsi lain yang juga kedapatan mencari suaka di kota Anging Mammiri ini.

Mereka yang ikut diciduk petugas di antaranya Khodadad, Hafizullah Syarifin, dan Reza Dad Mohammadin. Ketiganya sama-sama berasal dari Afganistan. Ada juga Ali Japalaghi asal Iran.

“Ada warga negara Afganistan dua orang kedapatan menjual bakso di Tamalanrea, satu orang bekerja di bengkel, satu orang warga negara Iran menjual jus jeruk di pinggir Jalan Hertasning,” jelas Togol.

Menindaklanjuti kelima orang pengungsi tersebut, Togol telah memerintahkan staf untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk sementara waktu apabila betul terbukti, lanjut Togol, maka mereka akan ditempatkan sementara waktu di Rudenim Makassar, Kabupaten Gowa.

Dari catatan Rudenim Makassar, para pencari suaka yang telah dinyatakan sebagai pengungsi dan memiliki kartu UNHCR, telah menandatangani surat pernyataan.

Salah satu poin dalam pernyataan itu, para pengungsi dilarang bekerja untuk mendapatkan upah, sesuai Peraturan Dirjen Imigrasi No IMI-1489.UM.08.05 Tanggal 17 September 2010 tentang Penanganan Imigran Illegal.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...