Marah dengan Sikap Diam Jokowi, Gus Ulil: Ini adalah Orde Tuli

Presiden Joko Widodo. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdallah murka dengan sikap diam Presiden Joko Widodo terhadap aksi penolakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja oleh kalangan Buruh, Mahasiswa dan Pelajar yang berlangsung pada Kamis (8/10) lalu.

Seperti diketahui, saat demontrasi berlangsung di depan Istana Negara, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah. Sikap Presiden Jokowi yang seolah tidak mau mendengar aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja ini, disebut sebagai Orde Tuli.

“Ini bukan Orde Reformasi. Ini adalah Orde Tuli. Orde yang ditandai dengan sikap pemerintah yang makin insuler, self-contained, tidak mau mendengarkan publik.” Ucap Ulil lewat keterangannya, dikutip pada Sabtu (10/10).

Pria yang akrab dipanggil Gus Ulil ini, mengaku marah melihat arogansi pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap rakyat.

“Saya benar-benar marah melihat ketulian pemerintah dan DPR sekarang ini. Arogansinya keterlaluan. Publik disepelekan. Kita sebagai masyarakat ndak direken blas,” ucap Ulil.

Menantu Ahmad Mustofa Bisri ini melanjutkan, seorang presiden yang dipilih rakyat, tidak menjamin dia akan demokratis atau bersikap otoriter. “Bahkan presiden yang dipilih secara demokratis menjadi fasis saja ada.” Kata Ulil

Ulil mengatakan, Nahdatul Ulama hanya akan didengar pemerintah jika mengangkat isu soal anti-khilafah dan radikalisme. “Tetapi begitu bersikap dalam keadilan sosial dan lingkungan, pemerintah ndak mau dengar.” Pungkas Ulil.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...