Selama Demo UU Cipta Kerja, 5 Polisi dan 1 Staf DPRD jadi Korban

Suasana demonstrasi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Banyak imbas yang terjadi selama demo penolakan UU Cipta Kerja di Kota Makassar. Bahkan tak jarang nyaris merenggut nyawa.

Unjuk rasa itu terhitung sejak 6 hingga 8 September 2020 di beberapa titik. Termasuk di depan kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo yang sempat beberapa kali terjadi bentrok.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, terdapat empat personel kepolisian terluka akibat terlibat bentrok dengan massa yang anarkis saat berunjuk rasa.

Di antaranya Bripda Jefri. Polisi berpangkat brigadir yang bertugas di Subdit Provos Bid Propam Polda Sulsel yang terkena lemparan batu di kantor DPRD Sulsel, Kota Makassar.

Bripda Agus Setiawan yang bertugas di Raimas Dit Sabhara Polda Sulsel, terkena anak panah dan menembus bodypack bagian punggung hingga menimbulkan luka gores pada belakang leher di Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar.

Ada juga Bripka Syamsuddin. Salah satu anggota Brimob Polda Sulsel ini terkena lemparan batu, dari massa aksi anarkis di kampus Unismuh Makassar

Selanjutnya Aipda Yuspin yang mengalami luka memar pada bagian mat sebelah kiri, akibat terkena lemaparan batu dari massa aksi di Kota Palopo.

Terakhir Bripka Ronal yang mengalami luka di bagian bibir bagian atas, setelah terkena lemparan batu saat bertugas mengamankan aksi di Kota Palopo.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...