Dekat dengan Penguasa, Siti Zuhro: PKI seperti Malaikat Israil Ingin Bubarkan HMI

Pengamat Politik sekaligus Koordinator Presidium KAHMI Siti Zuhro. Foto: tangkapan layar YouTube

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik Siti Zuhro mengungkapkan, pro kontra tentang isu kebangkitan PKI tidak bisa diredam dalam negara demokrasi.

Apalagi sejarah kebangsaan membuktikan tentang upaya PKI melakukan pemberontakan mulai skala kecil, menengah, sampai besar.

Dalam menjalankan ideologinya, PKI berupaya keras menghalau organisasi yang menentangnya. Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Menurut Siti Zuhro, di era orde lama hubungan PKI dengan HMI dan CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) bagai Tom and Jerry. Saling berhadapan atau berseberangan.

“Karena kedekatannya dengan penguasa saat itu, PKI pernah berlaku seperti Malaikat Izrail karena berupaya keras membubarkan HMI,” kata Siti Zuhro dalam webinar bertema HMI vs PKI, Sabtu (10/10).

Dia lantas mengutip ucapan DN Aidit yang sangat bernafsu membubarkan HMI. “Aidit bilang bubarkan HMI. Jika tidak bisa, pakai sarung saja,” ucap Koordinator Presidium KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) ini.

Lebih lanjut dikatakan, sejarah Indonesia sangat diwarnai organisasi para pemuda. Ada Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, HMI, PMII, GMNI, GMKI, IMN, dan lainnya. HMI berperan besar dalam perjuangan awal kemerdekaan Indonesia. Berperan dalam menumbangkan orde lama.

“Di era orde baru HMI terbelah menjadi dua. Untungnya tetap satu dalam KAHMI. Fenomena ini wajar karena masing-masing punya keyakinan ideologi yang berbeda. Bahkan pemuda ini memang sulit dipersatukan dalam satu organisasi,” cetus Siti Zuhro.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...