Demo Omnibus Law Sisakan Vandalisme hingga Pengrusakan, 30 Orang Reaktif Covid-19

Foto: Ishak/Fajar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Cerita di balik aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di Kota Makassar masih tersisa. Banyak jejak dari unjuk rasa yang selalu berujung bentrok.

Seperti aksi vandalisme dan pengrusakan fasilitas umum yang ada di mana-mana. Pos polisi di Fly Over dibakar, pembakaran videotron, hingga kendaraan sekitar rusak akibat bentrok.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, pihaknya telah merinci jumlah kerugian yang terjadi selama aksi itu. Jumlah keseluruhan dengan total 25 kerusakan.

Di antaranya sebagai berikut:

  1. Pos lantas Fly Over dibakar.
  2. Satu unit sepeda motor warna merah dengan nomor polisi DD 5927 SW, warna merah di Jalan Sultan Alauddin.
  3. Satu unit truk dengan nomor polisi DD 8711 KJ mengalami kerusakan pada kaca bagian depan dan samping pecah di Jalan Sultan Alauddin.
  4. Satu unit videotron yang terpasang di depan kantor Gubernur Sulsel, dengan cara dilempar menggunakan batu dan dibakar.
  5. Merusak dua pintu pagar dan membawa ke tengah jalan di depan mall Nipah, sebagai blokade di Kantor Gubernur Sulsel.
  6. Membakar enam unit sepeda motor di Kantor Gubernur. Salah satunya kendaraan operasional Polri.
  7. Merusak dan melempar pos Satpol PP dengan menggunakan bom molotov di kantor Gubernur Sulsel.
  8. Kaca belakang mobil Jatanras Polrestabes Makassar pecah di depan kantor Asabri, Jalan AP Pettarani Makassar.
  9. Kerusakan Kantor DPRD Palopo, gerbang pintu keluar dan Pagar besi roboh, dan masih banyak lagi.

“Kita sangat menyayangkan adanya beberapa kekacauan yang ditimbulkan. Kita sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok itu dan itu bukan dari kelompok Unras serikat buruh,” kata Kombes Ibrahim, Minggu (11/10/2020).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...