Naskah UU Ciptaker Belum Pernah Kelihatan, Rocky Gerung: Mungkin Ketinggalan di Kandang Bebek

Jokowi Kunjungi Peternakan bebek di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Pengamat Politik Rocky Gerung kembali mengkritik pemerintah terkait kekacauan Omnibus Law. Kekacauan itu terlihat sejak awal ketika pembahasannya dilakukan secara diam-diam.

“Minimal publik tahu bahwa lembar itu adalah lembar siluman,” katanya.

Dia menyindir Pemerintah yang hingga saat ini belum memublikasikan salinan Undang-undang Omnibus Law yang terdiri dari 900 halaman itu.

“Semua lagi cari (Draf Omnibus Law), dan mungkin cela terakhir cari di kandang bebek di Kalimantan, ketinggalan di situ mungkin,” sindir Rocky Gerung dikutip akun YouTubenya, Minggu (11/10/2020).

Dia merasa heran dengan sikap Presiden Joko Widodo yang melakukan konferensi Pers terkait Omnibus Law. Padahal naskahnya saja belum diperlihatkan ke publik.

Sehingga apa yang disampaikan Jokowi dalam konferensi pers itu, persis seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“Ga ada poin, ga ada naskahnya, tapi Presiden masih ngomong bikin konferensi pers sendirian. Dan yang diomongkan itu persis seperti yang diomongkan oleh Airlangga tuh. Jadi Airlangga sebagai Menko sudah bicara ngapain Presiden tampil lagi bicarakan hal yang sama,” ucap Rocky Gerung.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengklaim, telah terjadi disinformasi dan penyebaran hoaks terkait poin-poin Omnibus Law. Namun, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus mengatakan, sumber kesalahan adalah pemerintah dan DPR sendiri. Karena disinformasi muncul di publik itu akibat referensi Omnibus Law tak tersedia atau tidak dibuka ke publik.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...