PSBB Transisi, Sekolah Diizinkan Belajar Tatap Muka

Ilustrasi seorang guru tengah memberikan materi pelajaran saat kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan mengurangi rem darurat dalam pencegahan penyebaran Covid-19. DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi pada 12-25 Oktober 2020.

Pada PSBB transisi ini, sekolah diizinkan melakukan belajar tatap muka. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 101 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19.

“Pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab sekolah dan institusi pendidikan lainnya dalam menyelenggarakan aktivitas kegiatan belajar mengajar wajib melaksanakan perlindungan kesehatan masyarakat,” demikian bunyi Pasal 9 dalam Pergub DKI Nomor 102/2020, Minggu (11/10).

Perlindungan kesehatan yang dimaksud saat pemberlakuan PSBB Transisi ini dengan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah atau institusi pendidikan lainnya, seperti mewajibkan peserta didik dan tenaga kependidikan menggunakan masker. Serta melakukan pengukuran suhu tubuh bagi peserta didik dan tenaga kependidikan.

“Melakukan disinfeksi pada lantai, dinding dan permukaan benda maupun barang di lingkungan sekolah atau institusi pendidikan lainnya secara berkala,” demikian bunyi pasal tersebut.

Apabila persyaratan tersebut tidak dipenuhi maka peserta didik dan tenaga pendidikan akan diberikan sanksi. Syarat mengikat juga yakni, melarang peserta didik melakukan aktivitas berkumpul yang berpotensi melanggar protokol Covid-19.

“Mengimbau orang tua untuk melarang anaknya selaku peserta didik melakukan aktivitas berkumpul yang berpotensi melanggar protokol Covid-19. Serta membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid-19,” pungkasnya. (jpc/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...