Tawuran Tak Kunjung Reda, Warga Pilih Mengungsi

Warga terpaksa mengungsi akibat tawuran yang tak berkesudahan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Meski telah memakan korban jiwa, aksi tawuran di Jalan Kandea, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, kembali pecah pada Minggu (11/10/2020).

Peristiwa yang terus terjadi dan tak kunjung mereda ini, membuat warga harus mengungsi ke tempat lain yang lebih aman.

Hal itu dipicu aksi para pelaku tawuran semakin brutal. Mereka menyerang menggunakan anak panah, batu, dan bom motolov.

Akibatnya, beberapa bagian rumah warga nyaris terbakar secara keseluruhan akibat lemparan bom rakitan yang berimbas ke rumah warga saat akan menyerang polisi.

“Sudah lama kami mengungsi. Apalagi saya di rumah ini yang ada hanya perempuan saja. Termasuk saya. Kami mengungsi di rumah keluarga saja karena di sini tidak aman,” kata seorang warga, Lisa, sambil menangis.

Sebagian warga pun kini mulai memindahkan barang berharga miliknya menggunakan kardus dan kantong kresek karena merasa kondisi di tempat tinggalnya sedang tidak aman.

Sementara itu, aparat kepolisian yang terdiri dari jajaran Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel berhasil membubarkan aksi tersebut dan melakukan penyisiran.

Alhasil, polisi menemukan puluhan bom molotov dan anak panah yang berserakan di jalan tersebut. Polisi juga menemukan beberapa botol kosong yang diduga akan dipakai untuk membuat bom yang terbuat dari bensin dan sehelai kain.

Polisi juga mengimbau kepada warga di lokasi kejadian untuk kembali ke rumah masing-masing, agar memudahkan aparat mencari para pelaku.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...