Deschamp Sebut Ronaldo tak Berkutik, Pelatih Portugal Singgung Rasa Hormat

Senin, 12 Oktober 2020 12:13

Fernando Santos/Getty Images

FAJAR.CO.ID, PARIS—Pelatih Portugal, Fernando Santos menganggap hasil imbang di laga UEFA Nations League kontra tuan rumah Prancis adalah hasil yang adil. Menurutnya, pertandingan berjalan sangat berimbang.

“Itu adalah pertandingan yang sangat seimbang, para pemain terlalu berhati-hati. Saya tidak tahu apakah ada terlalu banyak rasa hormat dari kedua belah pihak, tetapi permainannya terlihat seperti itu. Tidak terlalu cepat, tetapi itu seimbang. Itu adalah permainan yang tidak memiliki dinamika yang lebih agresif dalam mencari gol,” kata Santos di situs resmi UEFA.

Bek Portugal, Raphael Guerreiro menambahkan, “Kami sangat konsisten dalam bertahan, tetapi kami kekurangan gol. Kami memiliki sedikit peluang untuk mencetak gol dan tidak berhasil, tetapi kedua tim bagus dalam bertahan dan menyerang.”

“Ini adalah grup yang sangat kuat, dengan tim yang bagus , yang ingin lolos dan yang akan berjuang sampai akhir untuk itu. Sekarang kami akan menghadapi Swedia, ini pertandingan sulit lainnya; kami harus pulih secara fisik dari pertandingan yang menuntut, tetapi kami terbiasa bermain setiap tiga hari,” lanjutnya.

Nélson Semedo, bek Portugal menjelaskan, kedua kubu berada di level yang sama. Dan dengan barisan pertahanan yang tampil bagus, hanya kesalahan yang bisa menjadi pembeda hasil pertandingan.

“Kami melakukan permainan yang hebat dan kami cukup bagus dalam bertahan. Mereka memiliki tim yang hebat, dengan banyak pemain bagus, seperti yang kami miliki. Kami masih bisa mengendalikan mereka. Kedua belah pihak bisa mengambil keuntungan dari kesalahan apapun. Kami berhati-hati dalam pertandingan ini,” jelas Semedo.

Joao Felix sementara itu menyebut itu adalah pertandingan yang sulit. “Ketika kami bagus dalam menyerang, mereka bagus dalam bertahan dan ketika mereka bagus dalam menyerang kami juga bagus dalam pertahanan,” ujarnya.

Penyerang muda Atletico Madrid itu berharap mereka bisa kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi Swedia agar bisa menjadi juara grup. Portugal saat ini tetap berada di puncak Grup 3. Portugal mengoleksi poin tujuh, sama seperti Prancis. Akan tetapi, mereka unggul selisih gol (+5/+3).

“Itu hasil yang bagus dan sekarang sekarang saatnya untuk fokus pada Swedia dan memenangkan sisa pertandingan untuk memenangkan grup. Kami melakukannya dengan baik dan kami tidak dapat melupakan bahwa kami menghadapi tim seperti Prancis, yang memiliki pemain top – seperti kami,” kuncinya.

Pada laga di Stade de France, kedua kubu harus berbagi angka satu setelah laga berakhir 0-0. Portugal memiliki peluang terbaik di babak pertama lewat tendangan voli João Félix yang melebar dan Cristiano Ronaldo yang digagalkan oleh blok Lucas Hernández.

Sementara di awal paruh kedua, Kylian Mbappé memiliki peluang emas untuk memecahkan kebuntuan Prancis. Sayang, kiper Rui Patrício bisa menggagalkan upaya penyerang Paris saint Germain (PSG) tersebut.

Di detik-detik terakhir pertandingan, Ronaldo bisa saja membuat Prancis menangis. Namun, penyerang Juventus itu tidak mampu memaksimalkan umpan silang Raphaël Guerreiro untuk menaklukkan Hugo Lloris.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps menyebut hasil 0-0 ini karena penampilan pertahanan kedua negara sangat bagus. “Kami harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk membicarakan kualitas pertahanan kedua tim. Para gelandang bermain sangat baik dalam hal teknis yang baik dan saling melengkapi dengan baik dan itu memungkinkan kami untuk memiliki kendali yang lebih besar di babak kedua,” jelasnya di UEFA.com.

Deschamps mengklaim anak asuhnya sukses mematikan Cristiano Ronaldo. “Kami selalu bisa lebih baik. Dengan kualitas lawan yang kami hadapi, kami melakukan tindakan pencegahan dan kami tidak melihat Ronaldo malam ini. Akan lebih sulit bagi penyerang dalam pertandingan ini dan kami harus bermain lebih baik di sepertiga akhir untuk memenangkan pertandingan,” jelasnya. (amr)

Bagikan berita ini:
8
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar