Herman Arif : Pengoperasian RPC Jangan Sekedar Janji

Anggota Komisi II DPRD Wajo Herman Arif.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kompleks Pengolahan Beras atau Rice Processing Complex (RPC) di Kabupaten Wajo tak kunjung difungsikan.

Padahal, aset senilai Rp32 miliar akan dioperasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Wajo Amran Mahmud – Amran.

Anggota Komisi II DPRD Wajo Herman Arif mengatakan, sejak dilantik pertengahan Februari 2019 lalu. Pengoperasian RPC telah digaungkan pasangan bupati dan Wabup Wajo.

Akan tetapi sampai sekarang aset berlokasi di Kelurahan Anabanua Kecamatan Maniangpajo belum juga beroperasi. Dibiarkan berkarat begitu saja.

“Tahun lalu mereka sudah berjanji mengoperasikan, tetapi sampai hari ini belum juga terlaksana. Tidak ada pergerakan,” ujarnya, kemarin.

Legislator pendatang baru mengaku sudah pernah turun melihat kondisi RPC bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UKM) Wajo.

Aset Rp32 miliar itu dinilai bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta bisa menunjang dan menjaga cadangan pangan. Ketika hasil pertanian di 14 kecamatan dikelola secara satu pintu di RPC.

“Harus dipertanyakan keseriusan pak bupati dan wakil bupati. Jangan hanya janji-janji saja. Segera dicarikan investor atau pihak ketiga yang bisa memanfaatkan aset daerah,” pintanya.

Sementara, Sekda Wajo, Amiruddin yg ingin dikonfirmasi memilih irit berkomentar perihal pengoperasian aset tersebut. Ia hanya mengalihkan FAJAR ke Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Wajo.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...