Jimly Asshiddiqie Sarankan UU Cipta Kerja Diberlakukan Satu Tahun Lagi, Ini Alasannya

Prof Jimly Asshiddiqie

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Jimly Asshiddiqie meminta pemerintah menunda pemberlakukan Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan DPR.

Jimly menyebutkan waktu satu tahun sudah cukup menunda pemberlakuan aturan yang masih banyak ditolak oleh buruh, mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat.

“Bisa ditambahkan saran agar pmberlakuan UU ini sebaiknya ditentukan mulai efektif 5 Oktober 2021 agar ada kesempatan 1 tahun,” kata Jimly di akun Twitternya, Senin (12/10/2020).

Ada dua alasan yang disampaikan oleh senator DPD RI itu agar pemberlakuan UU Cipta Kerja ditunda dulu diterapkan.

“(1) untuk siapkan peraturan-peraturan pelaksanaannya & (2) untuk sosialisasi yang mendalam, sekaligus redakan emosi publik yang luas. Penangguhan 1 tahun bisa ditentukan di penutup UU,” sebutnya.

Bagi yang tidak puas dan masih menolak UU Cipta Kerja, Jimly meminta silahkan menempuh jalur hukum yang tersedia melalui judical review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Bila keberatan dengan UU Cipta Kerja, mengajukan judical review ke MK adalah langkah paling baik karena kondisinya sudah hitam putih,” ungkap Jimly.

Jalan itu, kata Jimly menjadi satu-satunya jalan terbaik. Terlebih, sepertinya Presiden Jokowi sudah menutup kemungkinan akan menerbitkan Perppu.

“Dan cara pandang Presiden Jokowi dan pejabat pemerintahan sudah satu soal RUU Ciptaker dan telah diputus resmi sebagai keputusan demorkasi,” pungkasnya. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...