Rocky Gerung: Undang-undang Ini Melengkapi Kedunguan di Republik Ini

Pengamat Politik Rocky Gerung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengamat Politik Rocky Gerung menyindir Presiden Joko Widodo yang melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah di saat aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law meluas di tanah air pada Kamis lalu.

Seperti diketahui, di Kalimantan Tengah, Jokowi mengunjungi lumbung padi dan peternakan bebek yang terletak di Kecamatan Pandih Batu.

Jokowi Kunjungi Peternakan bebek di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. (Istimewa)“Jadi ini boleh dianggap bahwa ada hijrah dari kolam cebong ke kandang bebek,” kata Rocky Gerung seperti dilihat di chanel YouTubenya, Rocky Gerung Official, Senin (12/10).

Lebih lanjut Rocky Gerung menilai, Omnibus Law ini sangat berbahaya. Bukan saja pada buruh, hutan dan lingkungan, tapi juga pada pejabat negara yang akhirnya menjadi juru bicara akibat tidak tersedianya draft Omnibus Law.

“Kan akhirnya polisi juga direndahkan statusnya jadi sekadar juru bicara untuk menghalangi orang mempertanyakan mana hoaks mana bukan itu.” Ujar Rocky Gerung.

Bekas pengajar du Universitas Indonesia ini menilai, presiden harus bertanggung jawab karena telah memaksakan Omnibus Law untuk keluar sehingga terjadi sejumlah kekacauan di tanah air.

“Dan undang-undang ini melengkapi seluruh kedunguan di republik ini. Dan persiden harus bertanggung jawab. Karena presiden memaksakan undang-undang ini keluar dengan akibat sosial psikologi yang panjang hingga saat ini.” Papar Rocky. (fin)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...