Serikat Pekerja Minta UU 13/2003 Tak Diutak Atik, Gubernur NA Segera Ajukan Hasil Kajian ke Presiden

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan pihaknya akan segera mengajukan hasil kajian dan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh serikat pekerja, buruh, mahasiswa dan elemen masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya UU Cipta Kerja.

Hal itu diungkapkan usai melakukan pertemuan dengan Ketua Konfederasi Serikat Buruh di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (12/10/2020).

“Secepatnya kita duduk bersama dan kalau sudah dapat kesepakatan bersama saya langsung serahkan,” kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Ia melihat semangat dan tujuan masyarakat senada dengan apa yang diharapkan pemerintah yakni terciptanya lapangan kerja. Namun, kata dia, pihak serikat buruh berharap agar UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan tidak diutak atik.

“Mereka juga berharap jangan sampai ada yang dirugukan,” ungkapnya.

Adapun gerakan penolakan yang gencar dilakukan serikat pekerja, buruh, mahasiswa dan elemen masyarakat di antaranya pengesahan UU cipta kerja terkesan disahkan dalam waktu yang tergesa-gesa dan tidak transparan, tidak adanya sumbangsi berupa pendapat dari masyarakat umum, pesangon dikurangi, potensi Tenaga Kerja Asing (TKA) berpeluang masuk ke Indonesia dan lain sebagainya.

Kendati begitu, lanjut Nurdin, regulasi UU Omnibus Law hingga kini masih menjadi pembahasan di Pemerintah Pusat, mengingat UU yang menuai kritikan ini belum tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan masih membutuhkan waktu yang cukup lama.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...