Tinjau Aktivitas Tambang Pasir Laut, Pakar Lingkungan UMI: Tidak Ada Pihak yang Dirugikan dan Penuhi Standar Lingkungan

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pakar Lingkungan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr Andi Tamsil menyebut, aktivitas penambangan pasir untuk mempercepat proyek pembangunan Makassar New Port (MNP) sama sekali tak merugikan berbagai pihak dan memenuhi standar lingkungan.

Hal itu disampaikan Dr Andi Tamsil setelah meninjau langsung aktivitas penambangan pasir laut di Lokasi Reklamasi MNP dan Quarry Penambangan Pasir Galesong Utara Kabupaten Takalar bersama PT Pelindo IV dan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel, Sabtu (10/10/2020).

Ia mengaku, penambangan pasir tersebut, justru lebih memenuhi standar lingkungan dibandingkan dengan penambangan pasir laut sebelumnya. Misalnya terkait lokasi, sebelumnya hanya berjarak kurang dari 1 mil dari bibir pantai, dan sekarang lokasinya, lebih dari 8 mil dari bibir pantai. Bahkan, penambangan pasir laut tersebut telah dikaji dengan mendalam oleh tim penilai Amdal Sulsel.

“Saya mengikuti mulai dari kerangka acuan amdal sampai selesai, termasuk polemik di masyarakat sampai saat ini. Jadi penambangan yang dilakukan Pemrakarsa dengan mitranya masih sesuai dengan apa yang dijanjikan dalam dokumen AMDAL dengan baik,” bebernya.

Akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu juga berharap aktivitas pertambangan tetap berjalan seperti ini (tidak keluar dari titik koordinat).

“Apa yang dijanjikan sama dengan yang dilakukan, penambangan pasir laut ramah lingkungan dengan prosedur SOP ramah lingkungan. Kita berharap kalau dalam prosesnya ada pihak-pihak yang dirugikan tentu kita berharap kerugian itu menjadi tanggung jawab pemrakarsa,” harapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...