Airlangga Hartanto Beber Keistimewaan UU Cipta Kerja bagi Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, UU Cipta Kerja dirancang untuk menjawab persoalan penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja adalah upaya untuk membuka ruang luas lapangan pekerjaan.

Hal ini terutama penting untuk menjawab kebutuhan pekerjaan, terutama bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19. Menurut data di Indonesia, ada sekitar 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak pandemi Covid-19 (2,1 juta di-PHK dan 1,4 juta dirumahkan).

Selain itu, lanjutnya, setiap tahun ada 2,92 juta penduduk usia kerja baru (anak muda) yang masuk ke pasar kerja. “Sehingga kebutuhan atas lapangan kerja baru saat ini sangat mendesak,” kata Menko Airlangga dalam agenda Diskusi Satgas Covid-19 pada Senin (12/10).

Bukan hanya untuk pekerja, lanjutnya, UU Cipta Kerja juga disusun agar pelaku usaha kecil menengah dapat lebih mudah mengurus perizinan.

“Kalau sebelumnya mengurus 3 sampai 4 izin biayanya mahal maka dengan UU Cipta Kerja, pelaku usaha tinggal mendaftar saja. Dengan mendaftar sudah mendapatkan izin, sehingga dapat mengurus ke perbankan dan yang lain,” sambung Airlangga.

Kemudian sertifikat halal secara gratis diberikan pada startup awal yang bergerak pada sektor makanan dan minuman. Selain itu, membuat koperasi dapat dilakukan dengan jumlah minimal 9 orang.

“Kegiatan rapatnya dapat dilakukan melalui daring, sehingga seluruh kemudahan itu disediakan untuk usaha kecil menengah untuk mereka mempunyai lapangan kerja,” kata Airlangga Sertifikasi Halal Terkait serifikat halal tetap berdasarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tetapi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dibuka seluas-luasnya, termasuk kepada perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta (yayasan Islam).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...