Aksi Menentang RUU Cipta Kerja Sangat Wajar, Baranusa: Menteri Jangan Adu Domba Masyarakat

Demo Omnibus Law di depan kantor gubernur.

FAJAR.CO.ID — Airlangga menyebut pemerintah mengetahui dalang yang menggerakkan demonstrasi memprotes RUU Cipta Kerja. Pandangan senada juga dikemukakan Prabowo Subianto, yang bahkan menuding aksi unjuk rasa didalangi pihak asing.

Terkait hal itu, Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) menilai aktivis’98 Adian Napitupulu lebih bijaksana menyikapi aksi unjuk rasa menentang RUU Cipta Kerja dibanding Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Pasalnya, dua menteri dimaksud menuding ada pihak sebagai sponsor yang mendanai aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, Kamis (8/10) lalu. Namun, tidak mau menyebut siapa pihak yang dimaksud.

Sementara Adian yang juga politikus PDI Perjuangan, mengajak semua pihak lebih bijaksana untuk tidak buru-buru menyimpulkan ada sponsor di balik aksi menentang RUU Cipta Kerja.

Menurut Ketua Umum Baranusa Adi Kurniawan, klaim yang dilontarkan Airlangga dan Prabowo bisa menjadi fitnah serta berpotensi mengadu domba masyarakat, jika tidak bisa dibuktikan.

“Kami meminta kedua menteri ini jangan ikut melontarkan isu yang dapat memecah belah rakyat. Buktikan ke publik jika demonstrasi tolak omnibus law ada yang sponsori dan didanai baik oleh asing maupun kelompok politik tertentu,” ujar Adi dalam keterangan, Selasa (13/10). Adi mengakui, setiap gejolak yang terjadi di masyarakat sudah pasti ada yang menunggangi.

“Penunggang sudah pasti ada dalam suatu gejolak. Pertanyaannya dari pihak mana? Harus dibuktikan terlebih dahulu. Bang Adian yang terlihat lebih loyal kepada Jokowi saja lebih bijak menyikapi aksi unjuk rasa daripada para menterinya Jokowi,” ucap Adi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...