Demo ANAK NKRI 1310, Begini Pernyataan Damai Hari Lubis

Seorang buruh membawa poster penolakan terhadap Omnibus law cipta kerja. Foto : Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI mempersilakan pihak kepolisian untuk memproses hukum, jika ada para pelaku anarkis yang sengaja menyusup dan membuat kekisruhan di acara “Aksi 1310: Tolak UU Cipta Kerja/Cilaka” di Istana Negara pada hari ini Selasa (13/10).

Hal itu disampaikan langsung Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi 1310, Damai Hari Lubis. Dia mewanti-wanti lantaran ada pihak yang ingin menyusup dan sengaja melakukan keonaran di Aksi 1310.

Apalagi, kata Damai, adanya pernyataan dari Polri yang terlihat akan menyalahkan pihak panitia jika massa yang hadir pada siang nanti melebihi dari jumlah yang dilaporkan kepada pihak kepolisian, yakni estimasi massa sekitar seribu orang.

“Jika kehadiran peserta menjadi berlipat ganda dari estimasi awal, lalu kami dianggap telah melakukan delik atau berbuat pidana, tentunya secara hukum tidak begitu. Itukan kehendak kami terkait 1.000 orang,” ujar Damai Hari Lubis, Selasa (13/10).

Sebab, jika jumlah massa nantinya melebihi dari estimasi, maka hal tersebut juga dilindungi oleh konstitusi dan tidak ada pelanggaran hukum.

Apalagi, Omnibus Law UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 ini dan UU HIP memang diperuntukkan kepentingan umum, demi rakyat dan bangsa Indonesia.

Sehingga tentunya mempunyai hubungan kausalitas pada seluruh bangsa, yang kebetulan sama pendapatnya dengan penyelenggara aksi penolakan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...