Diduga Sekap dan Aniaya Intel Polisi, 3 Simpatisan KAMI Jabar Jadi Tersangka

Rumah diduga tempat penyekapan anggota polisi

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Polda Jabar menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap anggota Intel Polda Jabar, saat aksi unjuk rasa menolak UU Ciptakerja, Kamis 8 Oktober lalu.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) angkat suara mengenai kasus penganiayaan dan penyekapan kepada anggota polisi berpangkat Brigadir berinisial A.

Koordinator Lapangan Posko Kesehatan KAMI Jabar Robby Win Kadir menyebut, bahwa tiga tersangka yang ditahan di Mapolda Jabar merupakan simpatisan KAMI.

“Dia simpatisan, tapi anggota KAMI ini bisa dalam bentuk organisasi atau perorangan yang bersimpati terhadap KAMI dalam rangka kegiatan-kegiatan penyelamatan bangsa dan kemanusiaan,” terangnya, Selasa (13/10).

Robby menjelaskan, peristiwa bermula ketika KAMI membuat semacam posko kesehatan dan logistik bagi pendemo omnibus law di rumah yang terletak di Jalan Sultan Agung Nomor 12. Lalu, ketika terjadi keramaian, ada seseorang tiba-tiba mendobrak masuk ke halaman rumah.

“Satu orang berusaha mendobrak pintu dan masuk. Anggota kan jadi dikira rusuh, terjadi dorong-dorongan,” kata dia ketika dikonfirmasi, Selasa (13/10).

Ketika itu, kata Robby, petugas medis menduga orang yang masuk itu perusuh karena mengenakan pakaian warna hitam.

Mereka tidak tahu jika orang itu ialah polisi yang sedang mencari pendemo anarkis.

“Sempat terjadi adu mulut terlebih dahulu di antara petugas medis dan Brigadir A,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...