Dugaan Politik Uang Mulai Disidik, Ancaman Diskualifikasi Kembali Hantui Danny Pomanto

Danny-Fatma

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Perkara dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan pasangan calon Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA), telah memasuki tahap penyidikan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar melaporkan dugaan tindakan pelanggaran ke Polrestabes Makassar, Selasa (13/10/2020).

Dalam gelar perkara Gakkumdu, Senin (12/10/2020) malam, yang terdiri unsur penegak hukum pemilu yaitu Bawaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian, memutuskan bahwa perkara dugaan praktek politik uang yang dilakukan paslon nomor urut 1 itu memenuhi unsur pidana pemilu. Karena itu kasus ditingkatkan dari status penyelidikan menjadi penyidikan yang akan dilakukan oleh penyudik Polri.

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma menyatakan jika dugaannya adalah politik uang maka tentu ancaman sanksinya bisa sampai diskualifikasi keikusertaan kandidat dalam pilkada.

Jadi sekarang bergantung pada upaya pembuktian apakah memang unsur pelanggarannya memang terbukti dan apakah memang hal tersebut sudah memenuhi syarat pada diskualifikasi.

“Artinya pada tahap penyidikan ini, upaya untuk memastikan pemenuhan unsur pelanggaran harus dapat dibuktikan, jika tidak maka tentu kandidat ADAMA harus dibebaskan dari tuduhan tersebut dan proses harus dihentikan,” ujar Sukri kepada fajar.co.id, Selasa (13/10/2020).

Namun, lanjut Sukri, jika memang terbukti secara meyakinkan maka bisa saja diskualifikasi terjadi. Jadi yang menjadi krusial saat ini adalah upaya pembuktian baik bagi penyidik maupun kandidat untuk mendukung adanya sanksi atau tidak.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...