Halaman UU Cipta Kerja Berubah-ubah, Azis Syamsuddin: Pengaruh Ukuran Kertas

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam konferensi pers soal jumlah halaman UU Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020). Foto Humas DPR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin memastikan, UU Cipta Kerja berjumlah 812 halaman. Demikian disampaikan Azis Syamsuddin menanggapi kesimpangsiuran jumlah halaman UU Cipta Kerja di masyarakat.

Rinciannya, 488 halaman adalah isi sedangkan halaman sisanya adalah penjelasannya.

“Itu termasuk isi UU Cipta Kerja dan penjelasan UU Cipta Kerja,” ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, persoalan jumlah halaman itu sebenarnya berkaitan dengan mekanisme pengeditan. Juga berkaitan dengan ukuran kertas dari naskah yang diketik.

Saat ini, sambungnya, proses tersebut masih di Baleg dengan pengetikan menggunakan kertas biasa.

Namun, lanjut Azis, saat agenda pengambilan keputusan tingkat dua di Rapat Paripurna DPR 5 Oktober 2020, proses pengetikan berada di Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.

“Menggunakan legal paper yang sudah menjadi syarat ketentuan di dalam undang-undang,” jelasnya.

Azis mengatakan besar tipisnya kemudian berkembang sehingga di masyarakat beredar rumor UU Cipta Kerja mencapai 1.000 halaman lebih lalu berkurang menjadi 900an halaman.

Yang jelas, tekan dia, setelah dilakukan pengetikan secara final berdasar legal drafter yang ditentukan dalam proses di Setjen DPR dan sesuai mekanisme, total jumlahnya 812 halaman.

“Maka secara resmi kami lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia berdasar laporan Bapak Sekjen DPR (Indra) netting jumlah halamannya adalah 812 halaman,” ungkap Azis.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...