Kabar Terbaru soal Kasus Pembakaran Videotron Kantor Gubernur Sulsel

Selasa, 13 Oktober 2020 21:23

Videotron Kantor Gubernur yang terbakar. (Dok. Satgas Panakkukang)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pengejaran pelaku dalam kasus pembakaran videotron di depan kantor Gubernur Sulsel, Kota Makassar sampai hari ini masih terus dilakukan.

Sejak aset milik Pemerintah Provinsi Sulsel itu dibakar oleh pada Kamis, (8/10/2020) lalu, aparat dari Polrestabes Makassar belum berhasil menangkap satu pun pendemo yang anarkis itu.

“Masih lidik,” singkat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Videtron itu saat ini masih berdiri tegak di depan kantor tersebut, Jalan Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakkukang meski pun tinggal menjadi pajangan dan tak bisa lagi dipergunakan.

Selain melakukan pengejaran pelaku pembakaran, polisi kembali menangkap 12 orang yang diduga sebagai penyusup saat unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja, di Fly Over. Tak jauh dari kantor Gubernur Sulsel tadi.

Namun saat dilakukan interogasi, 12 orang itu tidak terbukti akan melakukan tindakan anarkis yang membuat aksi unjuk rasa, menjadi rusuh hingga terjadi bentrok antara massa aksi dengan polisi.

“Sudah dipulangkan. Mereka diamankan pada saat anggota laksanakan patroli, di sekitar tempat unras untuk antisipasi agar tidak ada penyusupan di tengah-tengah pengunjuk rasa,” tambah perwira satu melati ini.

Pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa semenjak pengesahan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR RI pada Senin, (5/10/2020) lalu masih berlangsung hingga pada hari ini.

Bahkan beberapa kampus di Makassar tetap melancarkan aksinya dengan cara menutup jalan, dan menyampaikan aspirasi soal penolakan UU yang dianggap merugikan kaum buruh ini.

Di antaranya di depan kampus UNM Makassar, Jalan A.P Pettarani, dan tak jarang pula para mahasiswa dari berbagai kampus tetap menggelar aksinya di depan kantor DPRD Sulsel.

Para kaum buruh juga sempat turun ke jalan dan menyampaikan aspirasinya, di depan kantor Gubernur Sulsel dengan cara menutup sebagian arus lalu lintas kabupaten tersebut hingga macet.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh beberapa organisasi kaum buruh. Salah satunya Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Sulsel (KSBSI).

“Cabut dan batalkan UU ini. Ada juga yang bilang bahwa aksi ini ditunggangi. Benar! Aksi ini ditunggangi oleh kepentingan publik, khususnya bagi para kepentingan buruh,” teriak salah seorang orator, di atas truk. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
6
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar