Terpidana Korupsi Pasangkayu Pilih Kembalikan Uang Negara, Masa Tahanan Dikurangi Enam Bulan

Asisten Pidana Khusus Kejati Sulbar, Feri Mupahir (tengah) bersama Kepala Kejari Pasangkayu, Imam MS Sidabutar (kanan) saat konferensi pers pengembalian uang pengganti kasus korupsi di Kantor Kejati Sulbar, Selasa, 13 Oktober. (SAHRUL ALIM/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU– Terpidana kasus korupsi di Kabupaten Pasangkayu memilih membayar uang pengganti ketimbang menjalani hukuman pidana penjara enam bulan. Dia adalah Wawan Gunawan terpidana korupsi pengadaan bantuan budidaya benih padi produktivitas (intensifikasi) dan benih padi perluasan (ekstensifikasi) program tanam jajar legowo APBD tahun anggaran 2016.

“Kami memfasilitasi adanya penitipan uang pengganti terdakwa Wawan Gunawan di Kejaksaan Negeri Pasangkayu. Atas inisiatif keluarga Wawan menitipkan uang pengganti sejumlah Rp422.300.000. Uang pengganti ini tidak dibayar diganti penjara enam bulan. Artinya terdakwa tidak lagi menjalani atau masa tahanannya dikurangi enam bulan penjara,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sulbar, Feri Mupahir, saat konferensi pers di kantornya, Selasa (13/10/2020).

Kepala Kejari Pasangkayu, Imam MS Sidabutar mengatakan pihaknya sengaja meminta pihak Kejati Sulbar untuk memfasilitasi pengembalian uang pengganti ini. Pasalnya, barang bukti tersebut memerlukan tempat penyimpanan dan perawatan khusus.

“Apalagi jarak antara Pasangkayu dan Mamuju cukup menempuh jauh. Uang itu akan disimpan atau dititipkan di rekening titpan milik Kejaksaan Negeri Pasangkayu,” jelasnya.

Sekadar diketahui nilai proyek yang melekat di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu ini sebesar Rp1,6 miliar. Kasus yang merugikan negara Rp551 juta ini menyeret dua orang terdakwa yakni Wawan Gunawan selaku kontraktor pelaksana dan Alwi selaku penyuluh pertanian.

Keduanya divonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju dengan putusan berbeda, pada 5 Maret 2020 lalu. Wawan Gunawan divonis bersalah selama tiga tahun delapan bulan dan denda 200 juta subsider dua bulan dan pengembalian kerugian negara Rp472 juta rupiah subsider enam bulan. Sedangkan terdakwa Alwi hanya dijatuhi dua tahun enam bulan kurungan badan dan denda Rp20 juta rupiah.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...