Ahli Epidemiologi Sebut Kota Makassar Berpotensi Kembali Ke Zona Merah Dalam Dua Minggu

Ketua Tim Epidemiologi, Ansariadi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kota Makassar dinyatakan tidak lagi menyandang status zona merah Covid-19 berdasarkan pernyataan pemerintah pusat.

Saat ini, Kota Makassar turun tingkat dari zona merah ke status zona oranye penyebaran virus covid 19. Hal yang patut diapresiasi.

Kendati demikian, Ketua Tim Epidemiologi, Ansariadi, menilai potensi Makassar untuk kembali ke zona merah tergolong tinggi. Jika melihat kasus yang ada saat ini.

“Jadi yang harus kita perhatikan, walaupun Makassar sudah zona oranye. Tapi melihat situasi saat ini, kita perlu hati-hati karena tidak menutup kemungkinan 1-2 Minggu ke depan kita kembali ke zona merah,” ungkapnya, Rabu (14/10/2020).

Oleh karena itu, Menurut Ansariadi pemerintah kota harus tetap berfokus pada kecamatan episentrum Covid-19. Selain itu, pada karyawan swasta perkantoran.

Berdasarkan data distribusi kasus berdasarkan pekerjaan, Ansariadi mengatakan selama 2 bulan terakhir karyawan swasta memuncaki klasemen.

Data bulan Agustus, 210 yang terpapar Covid-19 dari karyawan swasta, sementara urutan kedua adalah tenaga kesehatan 136 kasus. Menyusul ibu rumah tangga (IRT) 131 kasus.

Sementara data bulan September mengalami pergeseran peningkatan kendati karyawan swasta masih tertinggi sebanyak 137 kasus. Namun, IRT naik ke posisi 2 dengan kasus 118. Sementara tenaga kesehatan turun di peringkat 7 dengan 61 kasus.

“Selama 2 bulan, karyawan swasta tetap urutan 1, bulan lalu nakes juara 2, sekarang pindah ke belakang, artinya bisa dikurangi penularan pada nakes. Turun sampe sepertiganya. Ini hal yang bagus,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...